Rabu, 29 Februari 2012

Pattern-Pressed Pastry (Tasik)


Tasik terbuat dari bubuk gandung panggang atau serbuk bunga pinus yang diadoni dengan madu, lalu dicetak dengan berbagai macam bentuk bungan atau karakter huruf China. Menurut Buku Samguk Yusa, "Kue ini biasanya biasanya dibuat dengan daun teh dan dijadikan persembahan untuk para leluhur pada masa Tiga Kerajaan".


Rasa manis pada tasik bercampur dengan bahan-bahan utama lainnya, yang mana rasanya bergantung pada bahan utama apa yang ada di dalamnya. Secara alami, tasik diambil dari beberapa nama tergantung bahan utama apa yang digunakan. Misalnya, songhwa dengan bunga pinus, sungkomcho tasik dengan angelica dan bunga pinus, nokmal tasik dengan kanji, pam tasik dengan bubuk dried chesnutsssal tasik dengan tepung beras ketan, saengkang tasik dengan jahe, dan sebagainya.


Tasik ada makanan mutlak yang harus ada dalam acara pernikahan, perayaan ulang tahun ke-17, dan ritual penyembahan kepada nenek moyang.

Source: Korean Traditional Desserts

Fried Cookie (Yumilkwa)


Salah satu cookies yang mengandung madu dan minyak dengan rasa manis yaitu Yakkwa. Kue ini sering disajikan pada saat tahun baru untuk memuja nenek moyang/leluhur dan merayakan berbagai acara festival, termasuk pernikahan. Makanan ini dijuluki sebagai makanan mewah, dan selama masa-masa terakhir Keraaan Koryo, gandum dikonsumsi untuk dijadikan makanan lezat para bangsawan dan biarawan Buddha. Namun harga gandum kian hari makin tinggi, sehingga menyebabkan kerugian negara. Oleh karena itu Raja Komin melarang rakyatnya untuk membuat makanan manis ini selama dua tahun pemerintahannya.


Sedangkan pada masa Kerajaan Chosun, yakkwa dijadikan sebagai makanan favorit para bangsawan dan aristrokat. Makanan ini juga menjadi makanan pokok yang harus disediakan untuk persembahan para nenek moyang/leluhur, untuk menjamu tamu pada tahun baru, dan sebagai makanan penyaji dalam festival lainnya.

Source: Korean Traditional Desserts

Multi-Colored Rice Balls (Kaksaek Kyeongdan)

Kue ini dibuat dari tepung beras ketan, lalu diadonkan menjadi bola, dicelupkan ke air yang masih panas, lalu setiap bola-bola kue diberi pewarna makanan yang berbeda.


Menurut beberapa sumber, pembuatan kue ini berbeda-beda pembuatannya.Untuk pembuatan rice ball ini, bubuk kacang panggang, partikel kacang merah yang dilumatkan dan wijen panggang digunakan. Dari beberapa material tersebut, Rice ball (Kyeongdang) dimodifikasi dan diberikan nama-nama yang berbeda, seperti k'ong kyeongdang dengan bubuk kacang, pam kyeongdang dengan chesnut, kep'i kyeongdang dengan kayu manis, chat kyeongdan dengan kacang tanah, dan sebagainya. Kue bola gandum dibuat dari gandum ketan yang biasanya disebut sorghum redbean cakesusup'at ttok.




Source: Korean Traditional Desserts

Azalea Flower Cake (Jindallae Hwajeon)


Hwajeon adalah kue khusus yang cukup mengekspresikan datangnya musim baru, dengan cara menghias pada bagian atas, daun bunga yang sedang mekar atau daun pada tangkai. Pada musim semi, daun bunga azalea digunakan diatas kue untuk dijadikan hiasan cantik; pada musim panas, daun mawar kuning; pada musim gugur, daun bunga chrysantium.

Kue ini memadukan bahan beras yang lengket dan buckwheat di dalamnya. Namun ada juga yang menganjurkan hanya beras ketan saja yang digunakan.



Menurut tradisi masyarakat Korea, para nenek moyang mencoba untuk menyesuaikan diri mereka dengan alam dan juga berusaha untuk mengharmonisasikan alam dengan menyiapkan makanan dengan bahan-bahan herbal alami.

Menurut penanggalan lunar, tanggal 3 Maret rakyat pergi ke gunung atau bukit untuk berpiknik, dimana pada saat itu bunga azalea sedang bermekaran. Para pria mengikuti turnamen memanah, sedangkan para wanitanya menyiapkan makanan yang dihias dengan bunga azalea dengan menambahkan minyak wijen.


Source: Korean Traditional Desserts

Honeyed Rice Cake (Yaksik)


Yaksik atau Yakpap adalah kue beras yang lengket, dan menrupakan makanan penutup paling favorit yang biasanya disediakan dalam festival-festival. Kue ini biasanya dipusatkan pada makanan diet untuk dihidangkan pada hari dimana bulan penuh pertama kali muncul dalam setiap tahun baru, yaitu 15 Januari, menurut kalender lunar.

Menurut buku Samguk Yusa, asal muasal kue ini dimulai pada saat pemerintahan Raja ke-21 Kerajaan Shilla, King Soji. Setelah 10 tahun masa pemerintahannya, dia diberi tahu oleh seekor burung gagak bahwa akan datang sebuah marabahaya. Jadi ia bisa bersiap-siap dan menyelamatkan dirinya. Raja memerintahkan agar yaksik dimasak untuk diberikan kepada gagak-gagak sebagai bentuk terima kasihnya.Kebiasaan ini terus menurun dari generasi ke generasi. dan dijadikan sebagai makanan dietal yang disajikan di seluruh dunia dalam acara festival pada 15 Januari.

Yak dari kata yaksik sendiri mempunyai dua makna, yaitu obat (sebagai penyembuh penyakit), dan menguntungkan. Oleh karena itu, Yaksik didefinisikan sebagai makanan yang baik. Di Korea, Yak juga berati madu. Yaksik berwarna kecoklatan, tampak berminyak, dan rasanya lezat.

Source: Korean Traditional Desserts

Steamed Red-Bean Rice Cake


Kue ini adalah salah satu kue tradisional yang terkenal di Korea untuk dipersembahkan kepada Dewa Rumah Tangga, dan juga dewa-dewa di desa atau dewa penjaga pada bulan panen (Oktober). Kue ini biasanya untuk mendoakan agar keluarganya senantiasa sejahtera, ketentraman penduduk desa, kemakmuran, dan terbebas dari berbagai macam penyakit, panen berlimpah di tahun berikutnya. Kue ini biasanya dibuat dengan ukuran besar dan tebal dan dibagi kepada penduduk desa setempat.

Beras mepssal biasanya digunakan sebagai bahan baku utama kue ini. Namun ada juga yang menggunakan beras ketan, ch'apssal, sebagai bahan utamanya. Jadi ada dua macam beras untuk membuat kue ini.

Untuk penutup atas kue ini terbuat dari kacang merah atau kacang hijau. Bahan tersebut dipercaya dapat mengindari hawa jahat. Oleh karena itu, kue ini dijadikan persembahan untuk menghalau hantu-hantu, persembahan kepada nenek moyang, dan festival lain.

Source: Korean Traditional Dessert

Steamed Bean Cake



Steamed Bean Cake ini terbuat dari kacang yang dicampur dengan tepung beras biasa. Kue ini dapat dikukus menjadi satu kesatuan massa yang homogen maupun hanya sebagai lapisan saja. Untuk memberikan kesan lengket, ditambahkan juga ketan di dalamnya. Pada musim gugur, biasanya kacang segar dimasukkan di dalamnya, sedangkan di saat musim dingin, kacang hitam lebih diutamakan.

Kacang ditanam pada awal masa Tiga Kerajaan, sekitar abad 1 SM, dan dijadikan sebagai sumber protein utama dan lemak pada beberapa masakan Korea.

Kue ini mencukupi protein mutlak orang Korea. Ada banyak pepatah Korea yang menggunakan kacang sebagai perumpanan budaya hidup masyarakat Korea. Jadi kacang dan masyarakat Korea adalah suatu yang tak terpisahkan. Karena kue ini mudah dibuat dan mengandung banyak protein, makanan banyak dibuat dan dinikmati masyarakat.

Source: Korean Traditional Dessert

Minggu, 26 Februari 2012

56ํšŒ N์„/๋ฅผ ๋ฌป๋‹ค " Bertanya...."

56ํšŒ N์„/๋ฅผ ๋ฌป๋‹ค
Arti : Bertanya ….
Ungkapan untuk menjelaskan bertanya tentang sesuatu hal

Contoh :
๊ธธ์„ ๋ชจ๋ฅด๋ฉด ๋งž๋Š” ๊ธธ์„ ๋ฌผ์–ด ๋ด์•ผ ํ•ด์š”.
(Jika tidak tahu jalan, kamu harus bertanya jalan yang benar)
์„ ์ƒ๋‹˜๊ป˜์„œ ๋ฌผ์œผ์‹œ๊ณ  ํ•™์ƒ๋“ค์ด ๋Œ€๋‹ตํ•ฉ๋‹ˆ๋‹ค.
(Guru bertanya dan murid-murid menjawab)

Hafalan Kata
๊ธธ       : Jalan
์ฃผ์†Œ   : Alamat
์ง‘       : Rumah
๋Œ        : Rumah (Sopan)
์•Œ๋‹ค    : Tahu
๋ชจ๋ฅด๋‹ค : Tidak Tahu
ํ•™์ƒ      : Siswa
ํ•™์ƒ๋“ค   : Siswa-siswa
์„ ์ƒ       : Guru
์„ ์ƒ๋‹˜   : Guru (panggilan guru dengan sopan)
๋Œ€๋‹ต        : Jawaban
๋Œ€๋‹ตํ•˜๋‹ค : Menjawab
์งˆ๋ฌธ         : Pertanyaan
์งˆ๋ฌธํ•˜๋‹ค : Bertanya

55ํšŒ A(์œผ)ใ„ด๊ฐ€์š”? “ akankah/apakah….”

55ํšŒ A(์œผ)ใ„ด๊ฐ€์š”? “ akankah/apakah….”
Ungkapan yang digunakan untuk bertanya mengenai sesuatu (kata sifat) dan pendengar diharapkan memberikan pendapat/ komentar .

 Contoh:
์ด ์•ฝ์ด ์ข‹์€๊ฐ€์š”?
(Apakah obat ini bagus yah?)
-๋„ค.. ์ข‹์•„์š”
( ya, obat itu bagus.)
๊ทธ ๋ณถ์Œ๋ฐฅ์ด ๋งค์šด๊ฐ€์š”?
(Apakah nasi goreng itu pedas??
์•„๋‹ˆ์š”๋ณ„๋กœ ๋งต์ง€ ์•Š์•„์š”
(tidak, tidak terlalu pedas).

Hafalan Kata
์•ฝ        : Obat
๋ฌผ์•ฝ    : Obat Cair
๋ฐฅ        : Nasi
๋ณถ์Œ๋ฐฅ : Nasi Goreng
๋ณถ๋‹ค    : Menggoreng
๋งต๋‹ค    : Pedas
๋‹ฌ๋‹ค     : Manis
๋ง›์ด ์žˆ๋‹ค : Enak (Rasa)
๋ง›์ด ์—†๋‹ค : Tidak enak

54ํšŒ A/V(์œผ)ใ„น ํ…Œ๋‹ˆ๊นŒ “karena akan,, pasti/jadi…”

54ํšŒ A/V(์œผ)ใ„น ํ…Œ๋‹ˆ๊นŒ “karena akan,, pasti/jadi…”
Merupakan gabungan dari 2 rumus yaitu “ใ„น” menunjukan waktu yang akan datang (akan)  dan  ” ํ…Œ๋‹ˆ๊นŒ” yaitu karena. Menunjukan pembicara mengetahui apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang dan selanjutnya memberikan saran.

์ƒ์„ ์ด ๋งค์šธ ํ…Œ๋‹ˆ๊นŒ ์กฐ๊ธˆ๋งŒ ๋“œ์„ธ์š”.
(karena ikan ini pedas makanlah sedikit dahulu.)
๋น„๊ฐ€ ์˜ฌ ํ…Œ๋‹ˆ๊นŒ ์šฐ์‚ฐ์„ ๊ฐ€์ ธ๊ฐ€์„ธ์š”.
(Karena hujan nanti akan turun sebaiknya bawalah payung.)
๊นŽ์•„ ๋“œ๋ฆด ํ…Œ๋‹ˆ๊นŒ ๋˜ ์˜ค์„ธ์š”.
( Silahkan datang lagi, nanti saya beri potongan harga pada anda.)

Hafalan Kata :
์ƒ์„  : Ikan (makanan) x ๋ฌผ๊ณ ๊ธฐ : Ikan (hidup)
์Œ์‹ : Makanan
๊ณ ๊ธฐ : Daging – ์†Œ๊ณ ๊ธฐ : Daging sapi
์šฐ์‚ฐ : Payung
๋น„์˜ท : Jas Hujan
๊ฐ’์ด : Harga
์„ธ์ผ : Diskon
๊นŽ๋‹ค : Memotong
์ฃผ๋‹ค : Memberi
๋“œ๋ฆฌ๋‹ค:  Memberi (sopan)

53 ํšŒ N์ด/๊ฐ€ ๋ชจ์ž๋ผ๋‹ค “kurang../tidak cukup”

53 ํšŒ N์ด/๊ฐ€ ๋ชจ์ž๋ผ๋‹ค “kurang../tidak cukup”
Ungkapan tidak cukup/kurang.

Contoh:
๋‚ด ๋ˆ์€ ์‚ผ๋งŒ ๋ฃจํŒŒ์•„๊ฐ€ ๋ชจ์ž๋ผ์„œ ๊ทธ ๊ฐ€๋ฐฉ์„ ์‚ด ์ˆ˜์—†์–ด์š”.
(Karena uangku kurang 30.000, aku tidak bisa membeli tas itu.)
์•„๊นŒ ์‹œ๊ฐ„์ด ๋ชจ์ž๋ผ์„œ ์‹œํ—˜์„ ์ž˜ ๋ณด์ง€ ๋ชป ํ–ˆ๋Š”๋ฐ์š”.
(Tadi aku tidak bisa mengerjakan ujian dengan baik karena waktunya kurang.)
๋ˆ์ด ๋ชจ์ž๋ผ๋ฉด ์–ด๋–ป๊ฒŒ ํ•˜๋ฉด ๋˜์š”??
(Apa yang harus dilakukan bila uang kita kurang?)          

Hafalan kata:
์•„๊นŒ : Tadi
์ด๋”ฐ  : Nanti
 ๋ˆ      : Uang
๋ชจ์ž๋ผ๋‹ค : Kurang
์ผ : Satu
์‹ญ : Sepuluh
๋ฐฑ  : Seratus
์ฒœ  : Seribu
๋งŒ  : Sepuluh ribu
์‹ญ๋งŒ :Seratus ribu
๋ฐฑ๋งŒ : Satu Juta

52ํšŒ V-๊ธฐ๋ฅผ ์ข‹์•„ํ•˜๋‹ค (์‹ซํ•˜๋‹ค) “ saya senang/ tidak senang …”

52ํšŒ V-๊ธฐ๋ฅผ ์ข‹์•„ํ•˜๋‹ค (์‹ซํ•˜๋‹ค) “ saya senang/ tidak senang …”

Keterangan penggunaan ๊ธฐ sama dengan 50ํšŒ dan menjadi objek dengan  tambahan ๋ฅผ/์„ sebagai penanda objek.

Contoh:
๋‚˜๋‚˜๋Š” ์†Œ์„ค ์“ฐ๊ธฐ๋ฅผ ๋„ˆ๋ฌด ์ข‹์•„ํ•ด์š”.
(Nana sangat suka menulis novel.)
๋‚ด ๋™์ƒ์€ ๊ณต๋ถ€ํ•˜๊ธฐ๋ฅผ ์‹ซ์–ด์„œ ์—„๋งˆ๊ฐ€ ํ™”๋‚˜์กŒ์–ด์š”.
(karena adikku tidak suka belajar, ibu menjadi marah.)
๋ฌด์Šจ ์˜ํ™” ๋ณด๊ธฐ๋ฅผ ์žฌ๋ฏธ์žˆ์–ด์š”?
(film apa yang menarik untuk ditonton?)

Hafalan kata
์†Œ์„ค    : Novel
์‹œ        : Puisi
๋งŒํ™”    : Komik
๊ทธ๋ฆผ    : Gambar
์“ฐ๋‹ค    : Menulis
๊ทธ๋ฆฌ๋‹ค    : Menggambar
๊ณ„์‚ฐํ•˜๋‹ค : Menghitung
๋งŒ๋“ค๋‹ค   : Membuat

51 ํšŒ ๋ฒŒ์จ “sudah” VS ์•„์ง “belum”

51 ํšŒ ๋ฒŒ์จ “sudah” VS ์•„์ง “belum”
 Ungkapan yang digunakan untuk menyatakan suatu pekerjaan telah atau belum selesai.

Contoh : ๊ธฐ๋‚˜๋Š” ๋ฒŒ์จ ์™”์–ด์š”?
             ( apakah kina sudah datang?)
-          ์•„์ง์š”. *)Jawaban singkat
(belum)
-          ๊ธฐ๋‚˜๋Š” ์•„์ง ์•ˆ ์™”์–ด์š”.
(Kina belum datang)
 ํ•œ๊ตญ์–ด๋ฅผ ๋ฐฐ์šฐ๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ•œ ์ง€ ๋ฒŒ์จ ๋‘ ๋‹ฌ์ด ๋ฌ์–ด์š”.
(Aku sudah mulai belajar bahasa korea selama dua bulan.

*)  -Kalimat ”๊ธฐ๋‚˜๋Š” ๋ฒŒ์จ ์™”์–ด์š”” dengan”๊ธฐ๋‚˜๋Š” ์™”์–ด์š”” Tanpa๋ฒŒ์จ memiliki arti yang sama yaitu kinan sudah datang.
     -penggunaan kata์•„์ง “belum” harus diikuti penanda negatif ”์•ˆ” sebelum kata kerja.

50 ํšŒ V๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ•˜๋‹ค “ saya mulai..

50 ํšŒ V๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ•˜๋‹ค “ saya mulai..
๊ธฐ”gi”pada aturan bahasa korea digunakan dalam banyak hal, “gi” disini digunakan bila kata kerja bertemu dengan kata kerja ์‹œ์ž‘ํ•˜๋‹ค”memulai” bila bergandengan dengan kata kerja didepan harus ditambah ๊ธฐ ๊ณต๋ถ€ํ•˜๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ•œ๋‹ค” artinyaร  mulai belajar

Contoh : ๋น„๊ฐ€ ์–ธ์ œ๋ถ€ํ„ฐ ์˜ค๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ–ˆ์–ด์š”?
              (Dari kapan hujan mulai turun?)
               ์˜ค๋Š˜์€ ์˜์–ด๋ฅผ ๊ฐ€๋ฅด์น˜๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ•  ๊ฒ๋‹ˆ๋‹ค.
  (Hari ini saya memulai mengajar bahasa inggris.)
                ๋ฐฐ๊ฐ€ ๋„ˆ๋ฌด ๊ณ ํŒŒ์„œ ๋จผ์ € ๋จน๊ธฐ ์‹œ์ž‘ํ•˜๋ฉด ๋ ๊นŒ์š”?
             (Karena perutku sangat lapar bolehkah aku mulai makan lebih dulu?)         

Hafalan Kata :
๋ฐฐ ๊ณ ํ”„๋‹ค : peruku lapar
๋ฐฐ ๋ถ€๋ฅด๋‹ค : Perutku kenyang
๋ชฉ ๋งˆ๋ฅด๋‹ค : haus
๊ฐ€๋ฅด์น˜๋‹ค : Mengajar
๋งˆ์‹œ๋‹ค     : Minum
๋จน๋‹ค         : Makan
๋จผ์ €         : Terlebih dahulu

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites